Selamat datang di blognya orang Kediri....
Kami berusaha membuat anda senyaman mungkin....
Jangan lupa komentarnya ya.....
Isi juga buku tamunya.....
Salam dari Blogger Kediri....

=> Abdil Haq Aqimuddin Qowi <=
=> Raden Mas Ciput <=

Jumat, 08 Juli 2011

Bupati Laporkan Hasil Penelitian PIRN X ke Presiden

Jombang (beritajatim.com) - Bupati Jombang Suyanto berjanji akan menyampaikan hasil penelitian yang dilakukan peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) X ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Suyanto mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan mulai 3-9 Juli 2011 di SMA Negeri 3 Jombang itu melakukan penelitian di sembilan titik. Diantaranya,Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Banjardowo, Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU), Desa Rejoso, Kawasan Pemandian Sendang Made di Desa Ngusikan, dan lahan pertanian di Desa Megaluh.

Selain itu, penelitian juga dilakukan di Pusat Pelatihan Pertanian Sedulur Tani (P4S) Desa Banjaragung, Kerajinan Cor Kuningan di Desa Mojotrisno, Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, sentra kerajinan manik-manik kaca Desa Plumbongambang. "Sebagai tindak lanjut, hasil penelitian peserta PIRN akan kami sampaikan ke presiden," kata Suyanto, Selasa (5/7/2011).

Bupati dua periode ini menjelaskan, selama ini banyak aset Jombang yang belum tergali secara maksimal. Nah, pemilihan sembilan lokasi penelitian tersebut dalam rangka memaksimalkan aset-aset itu. Sebelum digelar PIRN, pihak LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) telah melakukan survei. Dan ternyata, kata Suyanto, sembilan titik tersebut dianggap layak.

Wakil Kepala LIPI, Prof. Dr. Endang Sukara membenarkan hal itu. Ia mencontohkan, kerajinan manik-manik Desa Plumbongambang yang bisa menembus pasar sampai pulau Bali. Namun sayang, meski yang memproduksi adalah perajin Jombang, tapi klaimnya adalah Bali. Begitu juga dengan cor kuningan yang bisa menembus pasar unternational.

"Nah, hal-hal seperti itulah yang akan diteliti oleh peserta PIRN ke-10 ini. Masak Bali yang hanya menjual manik-manik lebih terkenal daripada Jombang yang merupakan pembuatnya. Dimana kesalahannya? Hal itu akan terjawab lewat penelitian," kata pria berambut putih ini.

Hasil penelitian tersebut akan diprsentasikan kepada kepala daerah. Dengan begitu akan diketahui aset-aset yang belum tergarap.  "Selanjutnya, kami bersama bupati akan meneruskan atau menyampaikannya kepada bapak presiden," kata profesor berkaca mata minus ini.

Kegiatan yang dilakukan LIPI bekerja sama dengan Pemkab Jombang ini diikuti sebanyak 538 peserta dari 30 propinsi se-Indonesia. Mereka adalah pelajar SMP dan SMA, serta guru pendamping. Praktis, hanya ada tiga propinsi yang absen, yakni Sulawesi Utara, Maluku Utara, serta Riau. [suf/kun]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar